“Iya Mom, mulai sekarang Daddy akan belajar untuk ilmu jiwa anak atau pengasuhan anak-anak. Daddy nggak akan sembarangan lagi,” janji Biru. Tentu saja Pelangi belum terbiasa mendengar sebutan Mom dan Daddy untuk dirinya sendiri bagi dia dan Biru. Tapi memang dia harus mulai membiasakan diri mendengar kata-kata itu. “Aku mulai besok ke kantor ya?” pinta Pelangi. “Hari Minggu mau ke kantor?” tanya Biru. “Ya maksud aku hari Senin lah. Maksudnya nggak usah ada liburan. Kan kita nggak ada yang tahu tentang akad nikah kemarin. Jadi di orang kantor kan nggak enak kalau aku nggak masuk.” “Kenapa jadi nggak enak? Itu kantor kan milikmu sendiri. Bukan milik orang lain. Walau masih milik aku sekali pun, juga nggak perlu nggak enak kan?” kata Biru. Tentu saja Pelangi yang tak terbiasa dengan o

