"Kamu mau sarapan apa pagi ini?" tanya Shiera menatap Raja teduh. Begitu juga Raja, dia memeluk Shiera erat dan diangkatnya dagu Shiera mendekat dengan bibirnya, diputarnya pelan untuk mengambil posisi setelah itu mengecup bibir mungil yang beraroma anggur. "Sejak kapan kau suka minum ini?" tanyanya. Raja belum lama tinggal bersamanya, tentu saja dia tidak tahu kebiasaan Baru Shiera untuk menghilangkan rasa penat di dalam otaknya yang berat saat berpikir kritis. "Sejak aku merasakan frustasi harus menjadi sosok orang lain dan meninggalkan nama besar yang aku punya dengan perjuangan yang panjang," ucap Shiera. Matanya tertutup menikmati sentuhan bibir Raja yang melumat pelan bibirnya, tanpa malu dilihat oleh supir yang berada di depan. Rasa rindu yang menggebu-gebu untuk mengecap ma

