43. Siapa Takut?

2262 Kata

Tubuh Feyra yang semula merebah pasrah, kini diangkat hingga wanita itu berdiri tegak. Rich menuntunnya mundur sampai punggung Feyra bersentuhan pada dinding. Masih dengan gelora yang berkobar, keduanya saling menghimpitkan badan demi melakukan penyatuan. Kulit mereka sama-sama mengkilap. Basah akan keringat. Entah milik siapa yang lebih banyak, tapi semakin lama, suhu ruangan memang semakin panas. "Rich, udah," pinta Feyra. Kakinya tak sanggup lagi berdiri. Tubuhnya lemas. Jangankan untuk menopang tubuh, sekedar untuk mengimbangi pergerakan yang tercipta dari pinggul Rich saja Feyra sudah kewalahan. Jujur, Feyra sudah hampir tumbang. "Udah, Rich," lirih Feyra lagi. "Capek." "Aku belum," balas Rich. Tidak mungkin Rich menyelesaikan semuanya di saat dirinya belum sampai ke puncak. Nam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN