19. Party

1593 Kata

Feyra bergeming menatap lelaki berseragam persis seperti miliknya. Mulut Feyra terbuka sebentar, lalu kemudian tertutup rapat. Napas panjang ditarik bersamaan dengan bibir yang dia lipat. "Maaf," lirih Feyra. Tepat di sisi kanan, Rich justru terang-terangan mengusap punggung Feyra. Dia bisa menangkap gerak takut, tak nyaman, serta rasa tidak enak. Rich jadi merasa bersalah karena secara tidak langsung membuat Feyra berada dalam situasi seperti ini. Melihat ekspresi tertekan di wajah Feyra, Rich berinisiatif untuk mengambil alih perhatian. Digenggamnya sebelah tangan Feyra, lalu Rich menuntunnya untuk melangkah ke depan mendekati pintu. Sudah terlanjur tertangkap basah, mencebur sekalian bukanlah masalah. "Hi, tadi nyari Feyra kan? Sorry, tadi aku bawa dia bentar," ucap Rich santai. Ul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN