Pelukan dan kecupan ringan masih terus Feyra rasakan. Rich sudah melakukannya puluhan kali, tapi sepertinya lelaki itu tidak pernah bosan. Kedua tangan Rich menyelinap di sekitar perut dan pinggang, sementara bibirnya mendarat di dahi, pipi, hingga pundak. Suhu udara malam ini menginjak angka 19 derajat. Tak ada sehelai pun baju yang menutupi tubuh mereka berdua. Hanya selembar selimut yang tidak seberapa tebal. Ajaibnya, bukan merasa dingin, dua manusia itu justru berkeringat. "Fey, abis selesai kontrak kerja di sini kamu mau kerja dimana lagi?" tanya Rich. Posisi mereka sama-sama menghadap ke sisi kiri. Feyra memeluk gumpalan selimut, sedangkan Rich menenggelamkan tubuh Feyra menggunakan tangan dan kakinya. "Balum tau," jawab Feyra. "Ikut aku aja ya." Feyra sontak menoleh. "Maksudn

