Empat Empat

637 Kata

Kita bergeser dari kisah Radit dan Senja. Siang ini. Jam makan telah usai. Asisten Radit, Eve memberi tahunya bahwa ada tamu dari jauh yang menemuinya. Tebaknya antara Romo dan Ibunya. Karena masalah hidupnya terus berkubang pada keluarga ruwet itu saja. Tidak jauh-jauh dari yang lainnya. Namun nampaknya ia salah. Begitu pintu ruangannya terbuka, menggiring Senja untuk duduk di mejanya dan memberi arahan untuk kegiatan selanjutnya, tubuh Radit membeku. Melihat kawan lamanya semasa kuliah dulu duduk lesu di sofa tamunya. “Tunangan gue hilang,” adunya bahkan sebelum Radit mendudukkan bokongnya. “Jauh-jauh gue ikutin jejaknya sampai ke negara orang cuma buat dapat kabar burung doang.” Radit terkekeh. Krisna, masih ingat? Dia sudah berubah ngomong-ngomong. Pada penampilannya bukan model o

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN