BAB 55. Badai Masalah

1805 Kata

Selama makan siang, Fania tampak normal. Wanita itu sesekali mengomentari makanan yang ia makan, seperti biasanya. Tidak ada tanda-tanda marah ataupun kesal—seperti tadi pagi—terhadap Dito perkara Paris. Dan Dito sempat berpikir bahwa pagi tadi, Fania hanya sedang terlalu terbawa perasaan dan dipengaruhi hormon kehamilan hingga emosinya meledak-ledak seperti itu. Namun, Dito kemudian segera tahu bahwa ia terlalu cepat menyimpulkan. Sebab Fania menyimpan bom waktu yang meledak kala mereka kembali menginjakkan kaki di apartemen. “Aku nggak bisa hamil sekarang, Dit,” cetus Fania begitu saja. Tanpa aba-aba. Tanpa basa-basi. Mereka berdua bahkan masih di depan pintu. Baru mau melepaskan alas kaki. Dan Fania memaksa Dito untuk bertahan di posisinya berdiri sekarang. “Kamu bilang apa barusan?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN