Perasaan Layla tiba-tiba terasa tenang saat aroma khas Arfan menyapa indera penciumannya, bahkan aroma itu seakan menguap di udara memenuhi kamarnya. Ia membalikkan tubuhnya mengikuti arah aroma itu lalu menyusupkan tubuhnya ke dalam tubuh besar di hadapannya. Layla tersenyum dalam lelapnya menikmati bunga tidurnya yang seakan nyata. Arfan mematung saat menyadari pergerakan di sampingnya, ia berusaha tidak menimbulkan suara atau pergerakan sedikit pun agar Layla tidak terbangun dan berteriak karena terkejut saat menyadari keberadaannya. Namun, pikirannya ternyata salah saat Layla justru mendekat dan membenamkan tubuhnya dalam pelukannya. Arfan tersenyum lega lalu memeluk tubuh Layla dengan erat, menghirup aroma tubuh Layla dalam-dalam untuk mengobati rasa rindu di hatinya. Layla mengge

