Asep berjalan mengambil sapu lalu membawanya pada Saka yang memunguti pecahan guci itu, "Kok bisa pecah ya Saka?" Tanya Asep Serius. begitulah Asep sosok lelaki yang selalu bertingkah konyol di depan sang Ibu,namun ia juga bisa menjadi sosok yang serius, Saka menggeleng, "Nah itu juga yang mau ku tanyakan," ucap Saka. Mereka berdua saling pandang "Menjelang senja," ucap Kedua bersamaan, "Kok bisa sama sih?" Heran Asep, "Mungkin kita sehati," ucap Saka asal, "Ihh ogah, saya mah sehatinya sama Neng Ayu, Udah yuk cepet beresin habistu kita naik ke atas bereskan yang di atas lagi," ucap Asep. Usai membereskan guci yang pecah tadi, Asep dan Saka naik ke atas untuk membersihkan lantai atas, sedangkan Arini dan Ariska berada di dapur menyiapkan makan siang, tentu saja hanya Ariska yang meny

