kuntilanak merah

1077 Kata

Buru-buru Asep berjalan menuju pintu lalu membukanya, Ceklek! Kosong, tidak ada siapa-siapa, "Saka?" Panggil Asep, namun sepi tidak ada tanda-tanda keberadaan Saka, seketika bulu kuduknya berdiri, hawa sekitar seketika berubah, 'Kok kayak ada yang memperhatikan,' ucap Asep dalam hati, dengan perlahan Asep mengangkat kepalanya menatap pohon besar di hadapan rumah, "Astaghfirullah!" Mata Asep melotot dengan nafas tercekat, Asep hendak lari namun kaki dan badannya serasa berat di gerakan, mulutnya pun sepeti terkunci 'Ini teh kenapa kaki saya tidak bisa di gerakan, Ibu~' teriak Asep dalam hati, sementara sosok yang di lihatnya di atas pohon itu masih tetap di tempatnya dengan suara ketawa yang melengking, sosok itu adalah sosok kuntilanak merah bernama Rumini. Sosok hantu itu semakin me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN