Asep yang melihat Saka terduduk, langsung berlari menghampiri Saka, "Kamu teh gak papa? "Tanya Asep, Saka menggeleng kan kepala ia masih terlihat sangat shock, "Kamu teh juga kenapa sih Saka, malah di datangi," omel Asep, Saka yang masih shock masih belum bisa banyak bicara, ia bangkit di bantu oleh Asep, "Yaudah atuh, kamu tunggu di sini biar saya yang tutup semu jendela," Asep berjalan meninggalkan Saka. 'Kok aku gak yakin dia adalah hantu?' Batin Saka, 'Kalau hantu kenapa berasa ketika di pegang di pundak? Bukannya hantu itu jika di pegang tidak akan berasa? Tapi jika dia bukan hantu kenapa menghilangnya sangat cepat, dan wajahnya hancur seperti hantu." Saka terus bermonolog di dalam hatinya. "Saka," panggil Asep, "Eh iya? Udah?" Tanya Saka, Asep mengangguk, "Kamu teh udah

