Ibu dan Bibi????

1045 Kata

Brak!! Pintu dapur yang tadinya tertutup langsung terbuka dengan cara kasar hingga menimbulkan suara keras, Asep langsung merapat kan tubuhnya ke arah Saka, "Sana-sana ih Sep, sempit," ucap Saka yang kesempitan karna Asep yang mendekati nya, "Takut Saka," ucap Asep dengan wajah takutnya, "Kamu sih ngomongin dia, marah kan dia," sambung Asep. "Itu Angin Sep, sepertinya malam ini akan hujan, angin kenceng banget.'' Ucap Saka. Angin memang berhembus sangat kencang membawa hawa dingin masuk, menusuk tubuh. Obor tiba-tiba mati. "Aaaaaa," , " Sep, jangan teriak, obornya mati karena angin yang masuk kan pintunya terbuka, udah yuk masuk kedalam, udah selesai juga," ajak Saka, "Saka tunggu, jangan tinggalkan saya," Asep menggandeng tangan Saka bagai anak kecil, Saka berjalan ke arah obor itu be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN