Agastya menekan bel sebelum keberaniaannnya menguap, digigitnya bibir menunggu pintu terbuka. “ Aku bilang capek, jangan ....” Rajendra menatap pintu yang terbuka. Dengan langkah lebar dihampirinya gadis yang berdiri dengan sikap ragu ,” Tya.” Direngkuhnya Agastya dan memeluknya erat. “ Aku pergi dulu.” Iwan keluar dan menutup pintu sambil tersenyum lebar. Rajendra memejamkan mata dalam diam, menikmati keberadaan gadis yang berdiri kikuk dalam pelukannya. Dieratkannya pelukan saat Agastya berusaha menarik diri ,’ Sebentar ... masih kangen.” “ Jen ....” mendongkak, ditatapnya lelaki yang dirindukannya ini. Tersenyum, Rajendra menatap lembut,” Sudah lebih baik ?” kali ini dibiarkannya Agastya sedikit menjauh. Agastya mengangguk ,” Maaf ... harusnya aku membicarakannya denganmu dari aw

