Bagaimana Aku Menghindarinya?

528 Kata
Bagaimana ini ...? Aku punya banyak alasan untuk menghindarimu ... tapi seakan semua hal mematahkannya satu per satu. Hanya ada satu dan itu lebih pada diriku ... Ketukan pelan di pintu mengalihkan perhatian Agastya ,” Masuk.” “ Hai ...” Agastya tercenung sejenak, tersenyum pada sosok yang berdiri dengan sikap santai ,” Masuk, Jen. Dari mana ?” Rajendra menarik kursi, duduk dihadapan gadis yang menggores permukaan meja dengan jarinya ,” Habis latihan. Kamu gak bawa kendaraan khan ?" Merasa percuma untuk berbohong, Agastya menggeleng. “ Jalan yuk.” “ Aku ada janji ama Raya.” Tersenyum ketika ponselnya berbunyi ,” Ya .... kamu udah berangkat kesini ?” “ Kamu bawa kendaraan gak ?” “ Gak, aku tadi pake bis. Kenapa ?” “ Aku di butik nih, jemput aku dong ... bantuin bawa baju keluarga ke rumah Andra.” Agastya menarik nafas panjang ,” Ntar aku coba pijem mobil kak Joey atau mobil kantor deh.” Dihembuskannya nafas saat pembicaraan terputus. “ Aku free kok .... dan bersedia nganterin.” Gusti ..... ,” Aku ama Raya mau nganterin baju ke rumah Andra.” Rajendra mengangkat bahu ,” Gak masalah.” Hei ... sejak kapan berbaik baik dengan mantan jadi begitu mudah ... ? “ Serius ?” Rajendra tersenyum, menatap mata coklat yang gelisah dihadapannya. Pertentangan nampak jelas disana.,” Dua rius.” Apakah harus ? Agastya memejamkan mata dengan kebingungan yang tanpa disadari begitu jelas di wajahnya. “ Ayolah.” Rajendra menggoyangkan kunci di tangannya. Dilangkahkannya kaki disamping Agastya yang berjalan dengan konsentrasi rendah, mengangguk kecil pada resepsionis dan beberapa karyawan yang tengah berada di lobby, yang menatap mereka dengan pandangan ingin tahu ,” Kemana kita ?” Agastya menyebutkan alamat butik Raya ,” Tau khan ?” “ Tau .....” dipasangnya sabuk pengaman ,” Konsepnya seperti acara Ken nanti gak ? Aku bener bener penasaran lihat konsep kalian kemaren.” “ Gak samalah .... Ken ama Kak Joey khan lebih ke simple dan elegan, sementara Andra ama Dion suka yang glamour, romantis.” “ Mana yang lebih cerewet ?” Agastya tertawa ,” Kamu pasti tau.” Rajendra tersenyum lebar, lebih pada tawa gadis disampingnya yang terlihat sampai matanya. Mata coklat itu berbinar jahil ,” Miss detail ?” Agastya tergelak ,” masih seperti itu ... Mr Perfect.” Ledeknya. Rajendra tertawa malu mendengar julukannya ,” Kamu pasti denger dari Andra.” “ Bukankah itu yang selalu jadi bahan kalian berantem ?” “ Ya ... dan seberapa sering kami berusaha mengerti ... tetap aja ujungnya bertengkar.” Ujarnya sambil tersenyum malas ,” Berharap suaminya punya rem yang pakem. Karena Andra selalu langsung tancap gas ... untuk apapun.” Agastya tertawa ,” Seperti itulah dia .... “ menatap lelaki yang tengah berkonsentrasi pada kemacetan didepannya ,” Tapi pada saatnya dia menemukan Dion ... yang bisa membuatnya merasa perlu untuk pulang dan berdiam diri sejenak.” Pulang .... seperti yang aku rasakan padamu ? Agastya tergagap sejenak ketika Rajendra menatapnya dalam dan penuh arti. Gusti benarkah ada lintasan harapan yang sama di mata itu ...?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN