46. Someone Who Wear a Black Robe

886 Kata

    "Aku merindukanmu, Minatozaki Sana."     Suara lirih nan dingin itu tepat menusuk telinga. Tubuh Sana membeku layaknya sebongkah es di tengah musim dingin. Lidahnya keluh dan keringat dinginnya bercucuran bak gerimis hujan. Sana melangkahkan kakinya ke belakang. Matanya penuh dengan sorot ketakutan. Sebegitu hebatnya kah sosok perempuan yang tengah berdiri di ambang pintu itu?     Surai kemerah-merahan, kulit putih pucat, hidung mancung, sorot mata penuh kebencian, dan kimono biru tua. Sana kenal betul siapa orang itu.     "Mengapa kau terlihat begitu kaget?" tanya orang itu.     Sana bungkam. Ia tak tau harus berkata apa. Fungsi tubuhnya bagai lumpuh seketika.     Satu langkah. Dua langkah. Tiga langkah. Hingga akhirnya perempuan misterius bersurai kemerahan itu sampai tepat di h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN