"Mingyu-ya, aboeji-ku orang baik. Ia tak mungkin melakukan korupsi!" ujar Han Wol. "Kau percaya padaku kan?" tanya Han Wol dengan matanya yang berbinar. Mingyu tak tega. Sungguh. Saat melihat gadis yang ia suka bertindak menyedihkan, hatinya ikut teriris. "Han Wol-ah, tapi bukti-buktinya mengarah ke aboeji-mu," ucap Mingyu. Han Wol menggeleng. "Ani. Kau harus percaya padaku. Aboeji tak mungkin melakukan hal kotor itu!" seru Han Wol lantang. Mingyu tak habis pikir. Ia tak mengerti mengapa Han Wol masih saja peduli pada aboeji yang selama ini kasar dan bertindak semena-mena padanya. "Wae? Mengapa kau harus peduli padanya? Sudah berapa air matamu yang tumpah karenanya? Sudah berapa luka hati yang ia timbulkan? Sudah berapa banyak penderitaan yang harus k

