Alis Keyra menyatu ketika ia melihat sebuah pesan dari nomor yang tak dikenal muncul dari layar ponsel miliknya.
"Kenapa?" tanya Rayhan.
"Gapapa" jawab Keyra sambil tersenyum memastikan. Rayhan mengangguk paham.
"Kalo ada apa apa langsung bilang ke gue, eh aku. Kita cari jalan keluarnya bareng bareng oke?" perintah Rayhan.
Keyra tak bisa menahan senyumnya. "So sweet banget!! Belajar gombal darimana sih pacarkuuuuuu" gemas Keyra sambil mencubit kedua pipi Rayhan.
"Dari gue tuh!" jawab seseorang dari arah belakang mereka.
"Eh Jun Nay sini gabung!" ajak Keyra. Juna menggandeng tangan Naya untuk duduk disebelahnya sekaligus bersebrangan dengan Keyra dan Rayhan.
"Ada yang kurang nih. Si Arul mana?" tanya Keyra. Pertanyaan Keyra langsung terjawab oleh pertengkaran maut dari Arul dan Sisil.
"BALIKIN GA BAKSO GUE!" tegas Sisil.
"ENAK AJE! GUE DULUAN YANG MESEN!"
"NGALAH DONG AMA CEWE!"
"INGET! KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA! RAKYAT +62 TAPI GA NERAPIN PANCASILA! LUCU LU BADAK!" peringat Arul.
"BODOAMAT POKOKNYA ITU BAKSO GUE!"
"AMBIL KALO LO NYAMPE!" Arul meninggikan posisi mangkok berisi bakso milik Sisil yang berada di tangannya
"NGESELIN BANGET SIH LO!"
"Dari dulu ampe sekarang emang ga pernah ada akur akurnya tuh bedua" gumam Juna. Tawa Keyra dan Naya seketika pecah. Sudah hampir tiga tahun Arul dan Sisil bermusuhan layaknya Tom and Jerry. Masalahnya sepele tapi berdampak besar bagi apapun dan siapapun yang berada disekitarnya.
"Emang lo ga inget pas mereka kejar kejaran ampe naek meja terus meja lo ambruk?" tanya Rayhan.
"Jelas inget lah! Lagi enak mimpi nge date bareng Mia Khalifa malah nyipok lantai! Mana tuh lantai retak abis jadi tempat landing si Arul!" emosi Juna tersulut jika ia harus mengingat ending dari mimpi indahnya.
"BWAHAHAHAHA ADUH SAKIT BANGET PERUT GUE ASTAGAAAAA! MANGKANYA JADI ORANG JANGAN m***m! MANA HALUNYA KETINGGIAN LAGI!" ejek Naya. Juna langsung memajukan bibirnya.
Dug.
Meja yang mereka tempati tergeser saat b****g milik Sahrul tak sengaja menyenggol meja mereka.
"WOI GENTONG! KALO LEWAT PUNTEN DULU NGAPA!" bentak Juna. Sahrul tetap berlari menghindar dari kejaran Sisil yang berusaha mengambil bakso miliknya.
"WOI BALIKIN BASO GUE!" teriak Sisil sambil berlari menyusul Sahrul dan untuk kedua kalinya meja mereka tersenggol oleh badan besar milik Sisil. Bukan hanya meja Rayhan dkk namun hampir seluruh meja kantin beserta para siswa menjadi korban kejar kejaran Sahrul dan Sisil. Tak sedikit dari seluruh penghuni kantin mengumpat akibat perbuatan Tom And Jerry nya SMA Pancasila
Juna yang geram akan perilaku sahabatnya yang tak mengenal tempat langsung merentangkan tangannya dan membuat Arul juga Sisil berhenti dari aksi konyol mereka.
"Udah woi! Ga liat noh kantin kita dah kayak kapal pecah!" dengan nafas yang tersenggal Sahrul terkekeh.
"WOI MINUM GUE TUH!" protes siswi yang duduk di sebelah meja mereka. Tangan Sisil langsung menyentuh tenggorokan nya memberi isyarat bahwa ia sedang kehausan. Mereka menggeleng bersamaan melihat tingkah bar bar Sisil.
"Ray, lo kan baru resmi nih boleh lah traktir kita makan hari ini ajaa" mohon Juna.
"Resmi? Ama siapa?" tanya Arul.
"Tuh" jawab Juna sambil menunjuk Keyra dengan dagunya.
Byurr..
"MUKA GUE!!" Naya terkejut saat wajahnya terkena semburan es jeruk dari mulut Sisil.
"APA?! KALIAN JADIAN?!" tanya Sisil tanpa menghiraukan teriakan Naya.
"B aja kale gajah! Lo kalo mau atraksi sono ke Taman Safari jangan disini!" omel Juna.
"Ini serius mereka jadian?!" tanya Sisil.
"Hooh! Mau traktiran juga kan lo?" tebak Juna. Sisil mengangguk sambil menyengir kuda.
"Sini biar gue bersihin" Juna mengambil beberapa lembar tisu lalu mengelap wajah Naya dengan perlahan. Tatapan mereka terpaku satu sama lain membuat yang lainnya jengah atas drama sampah buatan Juna.
"EKHMM!" sindir Keyra dkk dengan kompak. Naya terlebih dahulu memutuskan kontak mata nya dengan Juna. Mereka saling terdiam untuk menormalkan si detak jantung yang mulai tak stabil.
"Bos sini duitnya biar gue yang beliin" tawar Arul. Rayhan memutar bola matanya malas. "Baru hari pertama aja dah otw miskin!" batinnya.
"Nih! Terserah lo pada mau pesen apa gue ga ikutan kembalian nya buat lo aja Rul" kata Rayhan sambil memberikan dua lembar uang seratus ribu kepada Arul.
"Baso ama es teh manis aja yak biar ga ribet" tawar Arul lalu meninggalkan meja Keyra dkk.
"Ekhm. Perhatian untuk seluruh siswa siswi SMA Pancasila yang bapa sayangi!" ucap Pak Bambang sang kepala sekolah SMA Pancasila dari pengeras suara.
"Najis homo!" protes Juna dan langsung mendapat jitakan sayang dari Naya.
"Ssttttt! Jaga lambe!" geramnya. Juna terkekeh
"Untuk hari ini jadwal KBM selanjutnya bapak tunda dikarenakan seluruh dewan guru akan melaksanakan rapat perilah rencana kegiatan Kemah Tahunan. Jadi setelah jam istirahat ini kalian bisa langsung pulang. Ingat pulang nya harus tertib jangan kayak ayam abis keluar kandang! Sekian dari saya terima kasih!"
"YESSSSS!!!" sorak seluruh penghuni kantin. Terkecuali Rayhan yang tetap memasang wajah datarnya.
"Lo pada mau langsung balik?" tanya Juna. Keyra dan Rayhan mengangguk berbarengan.
"Inget! Nanti kamu pulang bareng aku" perintah Rayhan.
"Yahhh aku bawa sepeda besok aja deh ya" tolak Keyra dengan halus. Rayhan mengangguk pasrah.
• • • •
"Eh Key gue pulang duluan ya! Tiati dijalan ya zeyeng!" pamit Naya lalu meninggalkan parkiran sekolah.
Keyra melirik keadaan disekitarnya yang mulai sepi. Pandangan Keyra langsung tertuju pada Rayhan yang sedang mengumpat pada sepeda motornya. Dengan perlahan ia menghampiri Rayhan.
"Ck! Sial banget gue hari ini! Udah dompet tipis ban segala bocor! Perasaan tadi gak kenapa kenapa" kesal Rayhan sambil menatap miris kedua ban motornya yang bocor.
"Loh bubu ngapain masih disini? Kirain udah pulang duluan" tanya Keyra.
"Tuh!" Rayhan menunjuk ke arah ban motornya.
"Yaudah kita naik sepeda aku aja yuk!" ajak Keyra.
"Boncengan?" Keyra mengangguk. "Makin jelek aja image gue! Tapi kalo ga bareng dia gue pulang pake apa! Mana mau ujan lagi!" batinnya.
"Udah ayok!" Keyra menarik pergelangan tangan Rayhan menuju sepedanya yang berada di ujung parkiran sekolah.
Dunia terbalik. Kata yang pas untuk mewakili posisi duduk Keyra dan Rayhan saat ini. Keyra sebagai pengemudi dan Rayhan sebagai penumpang.
"Udah siap?" tanya Keyra dengan gagah layaknya seorang tentara.
"Udah!" jawab Rayhan.
"Lets go!" dengan penuh semangat Keyra mengayuh sepedanya dan meninggalkan area parkiran sekolah.
Setelah kepergian mereka, terdapat seseorang dibalik tembok pembatas yang menatap mereka dengan sengit.
"Gimana bisa gue lupa kalo dia punya sepeda sih!"
• • • •
"Kamu mau tau ga kenapa aku selalu panggil kamu 'bubu'? tanya Keyra sambil mengayuh sepedanya.
"Enggak" jawab Rayhan.
"Kata 'bubu' itu aku ambil dari kata 'buah' soalnya diri kamu persis banget kayak buah buahan"
"Hah?"
"Iya! Senyum kamu itu manis kayak buah apel tapi sikap kamu ke aku kayak buah pare pait banget dihati!" jelas Keyra sambil terkikik.
Rayhan ikut tertawa."Omongan kamu kayak jeruk!" balasnya
"Hah?"
"ASEM BANGET!" ejek Rayhan. Mereka tertawa bersama hingga tak sadar sedikit demi sedikit air hujan turun membasahi tubuh mereka dan menjadi hujan yang cukup deras.
"Eh ujan nih! Main ujan ujanan yuk!" Mereka berhenti di sebuah taman dan turun dari sepeda bersamaan.
"Entah kenapa setiap gue liat hujan pikiran gue langsung tertuju sama lo La" batin Rayhan.
Keyra melirik Rayhan yang mematung di sampingnya."Kok bengong? Lagi banyak masalah ya?" tanya Keyra. Rayhan menggeleng sambil tersenyum tipis.
"Aku punya trik jitu biar masalah kamu ilang! Sementara sih tapi bikin lega kok! Aku pernah coba ini dari dulu dan berhasil!"
"Gimana?" tanya Rayhan.
"Kita lari kesana dan teriak sekeras mungkin! Mau ga?" ajak Keyra sambil menunjuk ke arah area tengah taman. Rayhan terdiam sebentar. Namun diluar dugaan, Rayhan melepas tasnya lalu berlari menuju tempat yang Keyra tunjuk tadi.
Keyra melongo tak percaya. Tak lama ia juga ikut melepas tasnya dan menyusul Rayhan di tengah taman.
"WUHUUUUUUU!!" sorak mereka dan diakhiri dengan tawa secara bersamaan.
"Gimana enak kan?" tanya Keyra. Tak ada jawaban. Keyra menoleh ke arah samping dan mendapati wajah Rayhan yang menatapnya dengan intens.
Terbesit di pikiran Keyra untuk menjahili Rayhan. Ia mengadahkan kedua tangannya dengan tujuan menampung air hujan lalu menghempaskannya ke wajah Rayhan.
Rayhan mengerjapkan matanya sedangkan Keyra tertawa terbahak. "Ayo kejar kalo bisa! Wleeee!" tantang Keyra sambil berlari dan menjulurkan lidahnya.
"Oh udah berani ya sekarang!" dengan cepat Rayhan menyusul Keyra yang berada jauh didepannya.
Keyra berhenti sejenak untuk menormalkan nafasnya. Ia menoleh ke belakang dan mendapati Rayhan yang berlari ke arahnya.
Sambil menunggu kedatangan Rayhan, Keyra memutar tubuhnya layaknya seorang ballerina.
"YEYYYYY!! YUHUUUUUU!" sorak Keyra.
Rayhan kembali terdiam ditempatnya. Pikirannya tertuju akan sosok Lala sahabat kecilnya sekaligus cinta pertamanya.
"Kok diem?" tanya Keyra yang masih tetap memutar badannya. Tak sengaja ia malah menginjak sebuah batu yang membuat tubuhnya hampir terhuyung kebelakang. Dengan reflek Rayhan langsung menahan tubuh Keyra yang sebentar lagi akan menyentuh tanah.
Keyra yang tak merasa tubuhnya menyentuh apapun langsung membuka matanya yang sempat terpejam. Ia sangat terkejut saat pandangannya langsung bertemu dengan wajah Rayhan yang terbilang cukup dekat.
"Kamu ngapain sih muter muter gitu? Emang ga pusing?" tanya Rayhan kecil.
"Enggak tuh!"
"Awas jatoh loh La!" peringatnya.
"Nggak mungkin lah! Aku kan jago--" ucapan gadis itu terpotong saat kakinya tergelincir karena tanah yang licin akibat terkena rintikan hujan.
"Awww!" ringis sang gadis.
"Tuh kan! Aku bilang juga apa!" omel Rayhan sambil mengulurkan tangannya.
"Lala?" gumam Rayhan.
"Hah?" tanya Keyra.
Rayhan langsung melepas rangkulan nya di pinggang Keyra. "Gapapa" jawabnya.
Keyra mengangguk ragu. "Kenapa pas dia manggil gue Lala gue ngerasa kalo Aan yang manggil gue ya"
"Btw makasih ya" ucap Rayhan.
"Buat?"
"Karena berkat trik jitu lo, gue ngerasa lebih baik dari sebelumnya" Rayhan tersenyum tulus.
Keyra terkekeh pelan. "Sama sama" balasnya. "Gue kira trik lo cuma mempan di gue doang An tapi yang lain juga"
"Hujannya udah reda nih, balik yuk!" ajak Rayhan. Keyra mengangguk lalu mereka melanjutkan perjalanannya menuju rumah Rayhan.
• • • •
Anak Remahan Sultan
Juna
Si bos kemandose nih kagak muncul muncul
Arul
Biasa hari pertama ngebucin dulu dia
Rayhan
Bru blik
Juna
Assalamualaikum
Arul
Assalamualaikum '2
Rayhan
Waalaikumsalam
Juna
Bos, cafe kuy dah lama ga nongki nih
Arul
Kemaren gue nemu di gugel cafe bagus bat bos agak jauh sih tapi gas yok! Kapan lagi!
Rayhan
Mgr. Mskn
Juna
Kita bayar sendiri sendiri kok! Yakan tong?
Arul
Heeh dah
Rayhan
Hm.
Arul
Jadi kan?
Juna
Ayo bos
Rayhan
Njs.
Arul
Fix yak jam tiga kita ngumpul
disono
Juna
Share loc jan lupa tong
Arul
• • • •
"Astagfirullah aladzim ! Gembel dari mana nih?!" ejek Gilang saat melihat kondisi tubuh Keyra yang sudah basah kuyup.
"Lambemu! Abis keujanan nih!" protes Keyra.
Gilang terbahak. "Btw tumben lo dateng pagi banget ada apaan?" tanyanya
"Biasa rapat" jawab Keyra. Gilang mengangguk paham
"Yaudah sono cepetan ganti! Inget masuknya lewat pintu belakang biar ga disangka nih cafe ngebuarin gembel masuk!" peringat Gilang sambil tertawa keras.
"Gue doain lo cepet pegat sama Tania!" ancam Keyra.
"Uuuu atut ade bangggg" ledek Gilang.
• • • •
Ting
Sensor belbberbunyi pertanda seseorang telah memasuki kafe.
"Selamat datang di Gvibe silahkan!" sambut Gilang sambil melayani pelanggan yang sedang melakukan transaksi pembayaran.
Keyra melirik sekilas ke arah pintu kafe. Matanya membulat saat pandangan nya menangkap sosok yang baru saja ia temui beberapa jam lalu.
"Rayhan?!" gumamnya.