Angela masih memasang wajah angkuh, Wandi sudah lelah menjelaskan dan meyakinkan mantan istrinya itu. "Kamu sadar mas? Kamu sama kayak ambil makanan yang udah kamu buang, kamu pasti engga bisa makan sesuatu yang udah kotor.." Angela berusaha tidak goyah, semua kehancuran awalnya karena dirinya. Angela terlalu sakit untuk kembali. Orang disekitar, keluarganya, semua yang kenal padanya merendahkannya saat itu. Semua benar - benar terlalu sakit. "Saat itu, mas engga ada, engga rasain gimana dikucilkan, gimana rasanya dibuang, semua cacian, hinaan keluar dari mulut - mulut orang terdekatku.." suara Angela mulai bergetar. Wandi mencoba menjadi pendengar, tanpa menyela. "Aku hampir gila, dipukul mas terus, disakitin keluarga, aku mau balas dendam, aku yakin aku bisa dan pada akhirnya aku k

