“Gimana kabar kamu?” tanya Darrel. Ia benar-benar bersyukur bisa bersikap normal seperti ini. Untung saja tadi saat melihat Calandra dari kejauhan, ia bisa mempersiapkan diri lebih dulu selama beberapa saat. “Baik,” jawab Calandra. Untuk beberapa saat matanya terpaku pada wajah Darrel yang berdiri di hadapannya. Pipi Darrel tampak lebih tirus dari terakhir kali mereka bertemu. Di atas bibir dan area sekitar dagunya tampak cambang tipis yang mulai tumbuh. Darrel belum bercukur. “Senang mendengarnya,” ujar Darrel. Ucapan pria itu membuat Calandra tersadar, lalu segera mengalihkan tatapannya. “Kamu nggak kuliah? Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Darrel lagi. Calandra mengeluh di dalam hati. Akhirnya muncul juga pertanyaan itu. Tapi Calandra bisa memakluminya. Darrel dan Agustian han

