“Suka?” tanya Darrel. Sejak tadi ia menahan diri dan hanya membiarkan Calandra terpesona dengan apa yang dilihatnya kali ini. “Kamu... Kok bisa kepikiran ke sini sih?” tanya Calandra masih tak percaya. Di balik jendela kamar mereka, terbentang barisan pepohonan musim semi yang menyejukkan mata. Darrel menyentuh pundak Calandra, lalu membuat istrinya itu berbalik menghadapnya. “Kamu suka tempat ini kan?” Calandra mengangguk. “Iya, tapi kamu kok bisa tahu aku ingin ke tempat ini?” Darrel tersenyum, lalu mengajak Calandra duduk di kursi yang menghadap jendela kaca di hadapan mereka. Tangannya menggenggam sebelah tangan Calandra dan mengusapnya lembut. “Beberapa waktu setelah perceraian kita dulu, aku jadi lebih sering merenung. Aku mencoba mengingat-ingat apa saja kenangan yang kita puny

