Gue kembali ke aktivitas seperti biasanya, sekolah. Iya, meskipun gue udah kaya dan pinter, gue harus tetep sekolah, jangan males, nanti jadi jelek mukanya, kata mama. Dengan jiwa yang mencoba semangat, gue mulai hari gue seperti biasanya, bangun dengan bantuan kak Mahesa yang tanpa basa basi ngangkat gue ke kamar mandi dengan kondisi masih di alam mimpi dan langsung disiram air, untung air anget bukan air mata. Karena itulah, gue kesel dan ngambek sepagi ini, emang itu kakak satu, hobi banget bikin orang emosi, minta di ratain kupingnya. "Jangan cemberut mulu dek, jelek sumpah" kata kak Mahesa. Sekarang ini, kita lagi pada sarapan sebelum sibuk sama kegiatan masing-masing. "Jangan ngajak ngomong kalau lagi makan!" Jawab kak Dio sambil natap kak Mahesa, mam? Pus! "Biasa aja dong itu ma

