BAB 28 SESAL YANG TERLALU POV CACA Dengan alasan masih lemah dan kejiwaan, dokter baru mengijinkan keluar setelah kejadian mencekam itu. Kini aku duduk di antara dua pusara. Lidah terasa keluh dan tenggorokan tak mampu lagi mengeluarkan suara, hanya sedu yang bisa kulakukan. Andai aku tahu kecelakaan akan terjadi subuh itu, tak perlu menghubungi ayah tuk menjemput. Lihatlah! Kebodohan membuat kedua malaikat itu pergi. Bahkan jasad terakhirnya pun tak sempat aku saksikan. "Kenapa bukan nyawa laknat aku saja diambil, Wahai Tuhan ...?" "Ayo kita pulang, Sayang!" Oma menyentuh pundakku. Wanita di atas setengah abad itu jauh lebih tegar daripada aku. "Kamu sudah hampir sejam di sini, Ca. Adik Rizal kepanasan menunggu di mobil." Oma membujuk dengan menyebut nama adikku. Ah, kenapa bisa lu

