Chapter 37

1214 Kata

BAB 38 PERIH POV CACA “Itu Mimi Bianca, Bi,” kataku panik setelah mendengar jelas suara adik bungsu Mamah Rita, yang sedang mengintruksi sopirnya. Aku memang sempat dekat dengan semua saudara mamah sewaktu tinggal di luar tanah air, selayak ponakan dan tante pada umumnya. Tapi itu dulu, sebelum peristiwa penolakanku pada lelaki bule yang melamar mamah. Dengar-dengar setiap mereka punya hunian dalam negeri selain di negeri modeling itu, tapi tak tahu posisi pasnya daerah mana. Arght, kenapa bisa bersamaan begini? Padahal ini tempat pelarian sementara yang teraman kupikir untuk menghindari acara pernikahan Om Danar. “Mau ke mana, Non?” tanya bibi saat melihatku tergesa ke arah pintu belakang. “Mau lari lah, Bi. Aku belum mau mati muda,” ucapku dengan keringat dingin, mengingat Mimi Bia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN