BAB 40 JANJI POV CACA "Kita mau ke mana, Om?" tanyaku saat mobil melaju. Lelaki matang itu bergeming, mimiknya tak mampu kumaknai. Arhgt, siapa lagi yang memberi informasi aku di sini. Atau jangan-jangan Om Angga? Ck! Adik Bunda Zahrah itu memang sudah berhenti menganggu ketenanganku, malah mengirim pengganggu yang kuperkirakan akan lebih panjang ceritanya. "Jangan bawah Caca ke pesta itu, Om," mohonku menangkupkan ke dua tangan di depan d**a, menyadari arah mobil benar-benar menuju ke sana. Apa yang harus kulakukan Ya, Rabb? "Bukannya Caca tak mau berjuang, Om. Tapi ...." kataku terhenti, melihat seorang wanita cantik turun dari mobil, yang sebelumnya memepet dan membunyikan klakson panjang tanda menyuruh berhenti. Ibu Maya! Refleks aku membungkukkan badan, dengan niat bersembunyi s

