BAB 42 SIDANG POV CACA Aku berlari ke sana ke mari mencari jilbab yang dilepas Om Danar. Perasaan diletakkan tak jauh darinya. Kenapa nggak ada? Inilah efek panik, yang mengakibatkan otak tidak fokus. "Om simpan di mana jilbabku?" kataku menarik lengan Om Danar untuk membantu. "Tu!" tunjuknya tanpa merasa bersalah. Dia kemudian melangkah ke pintu seusai aku memakai kerudung dan cadar. "Bapak menunggu di luar. Apa yang kau lakukan Danna? Tidak bisakah kau menunggu semua selesai semua prosesi .... Arght! Aku tak tahu apa yang kau pikirkan sekarang." Selepas berucap, Bu Maya membalik badan ke arah ruang tamu. Sementara aku yang bisanya berlindung di balik punggung Om Danar, merasakan ujung dan kaki seakan kompak dingin. Dalam keadaan nyata-nyata benar saja, semua orang pasti akan meras

