24 :: Meragu

1187 Kata

Rizkan menggulung lengan kemejanya sembari melangkah menuruni anak tangga menuju ke ruang tengah untuk menghampiri anggota keluarganya yang sudah lebih dulu selesai bersiap-siap. Malam ini ia tampak segar dengan rambutnya yang dibiarkan setengah basah. Wajahnya pun terlihat berseri-seri, menunjukkan kebahagiaan yang membuncah dalam d**a. "Buruan, Bang Rizkan! Kita foto dulu sebelum pergi ke rumah mbak Geulis," Dara setengah berteriak, menyuruh abangnya untuk cepat. Adik perempuan Rizkan itu tampak semangat, sama seperti yang lainnya. Rizkan tersenyum lantas menambah kecepatan langkahnya. Rasanya puas sekali melihat keluarganya turut berbahagia atas keinginannya untuk melamar Geulis. Ia sadar bahwa hal yang paling diinginkan keluarganya setelah mereka tahu apa yang terjadi dengan hubungan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN