Rizkan mengetuk pintu kamar tamu yang ada di rumahnya sebanyak dua kali dengan kepala yang menyembul ke dalam. Senyum tampak menghiasi bibirnya saat sang empunya kamar mengalihkan perhatiannya dari barang-barang yang ada di koper kecil miliknya yang mulai malam ini sampai beberapa hari ke depan akan menginap di rumahnya. Tamu yang tak lain adalah Geulis terlihat canggung saat berhadapan dengan Rizkan setelah empat hari ini mereka tak saling berbicara. Begitu pula dengan Rizkan yang sebenarnya juga bingung harus bersikap seperti apa setelah ia mendapati bukti nyata bahwa gadis yang dicintainya itu memang sudah bertunangan dengan pria lain. "Boleh aku masuk?" Rizkan meminta izin dengan senyum yang sejujurnya sangat ia paksakan untuk muncul di bibirnya. Geulis berdehem pelan sebelum kepala

