enjoy reading?!
_________________________
( Flashback Kyungsoo and Chanyeol Marriage)
"Wahh Kyungsoo-yaa, kau mendahului ku eoh"
"Aniya eonie, kau sebentar lagi pasti menyusul" Kyungsoo menimpali ucapan Taeyeon eonie dengan kekekah kecil mengiringi. Omong-omong Taeyeon itu kakak sepupu Kyungsoo. Mereka sangat akrab bahkan Kyungsoo menganggap Taeyeon sebagai kakak kandungnya sendiri.
"Haha doakan saja ya adik manis" Setelahnya, Taeyeon berpamitan dengan kedipan manja kepada Kyungsoo, lalu segera turun dari panggung resepsi.
"Anyeong Noona, selamat ya, akhirnya kau sudah resmi menjadi istri dari jerapah bodoh ini...." Chanyeol melotot mendengar ucapan Sehun.
"Yyak! Aku ini lebih tua dari mu!"
"Hehe, Jeosonghabnida ajjhosi"
"Hei yang kau sebut ajjhosi itu siapa eoh!?"
"Hehe.. Oh ya, hyung! apakah kalian sudah menyiapkan fisik dan mental untuk pertempuran malam nanti?" Sehun memberikan tatapan meledeknya kepada Chanyeol dan Kyungsoo.
"Atau butuh sedikit penjabaran cara-caranya dariku? Kalian masih menjadi pemula dalam bidang ini, ahahahaha...."
Ucapan Sehun yang sedikit fulgar, membuat pipi kedua mempelai memerah seperti kepiting rebus. Kyungsoo menunduk malu sedangkan Chanyeol kini tengah merutuki ucapan Sehun dalam hatinya.
Chanyeol yang sedikit banyak sudah mengetahui sifat-sifat Sehun pun dengan santainya menonjol kepala Sehun, yang mengakibatkan sang tersangka terikik geli sesaat setelah ciuman manja dari telapak tangan Chanyeol itu mengenai kepalanya.
"Jangan asal bicara kau Oh Sehun! Kau sendiri bahkan belum menikah huh" Chanyeol mendesis sebal.
"Ahahaha,,, maaf aku hanya bercanda, aku tau kau sudah handal dalam hal ini." Sehun melanjutkan
"Yyak!!" Chanyeol melotot.
"Hehe, aku hanya bercanda.. sudah ya aku mau mencari makan dulu, bye bye"
???
Selesai melakukan acara resepsi, Chanyeol dan Kyungsoo langsung diseret oleh kedua orang tua mereka untuk langsung bergegas pergi naik menuju kamar hotel yang memang sudah disiapkan, mereka beralasan bahwa hari ini merupakan hari yang melelahkan bagi Kyungsoo dan Chanyeol, maka dari itu para orang tua menyuruh kedua mempelai untuk langsung beristirahat.
Saat ini Chanyeol sedang berada dikamar mandi, dengan Kyungsoo yang berbaring di atas ranjang dengan kegelisahan mendampingi dirinya.
Kyungsoo sudah membersihkan diri sebelum Chanyeol melakukannya, karna Chanyeol beralasan jika dirinya terlebih dahulu yang membersihkan diri, Kyungsoo pasti sangat tidak nyaman dengan gaun berlapis yang masih melekat utuh ditubuhnya.
Suara pintu kamar mandi yang terbuka menghentikan aktifitas Kyungsoo yang sendari tadi bergerak kesana kemari, dirinya seakan mati kutu dengan aura yang telah memenuhi kamar beberapa saat yang lalu.
Beberapa butiran air menetes tepat di kuping Kyungsoo, tentu saja! Tetesan dari rambut basah Chanyeol mengenai sebagian wajahnya karna saat ini posisi Chanyeol benar-benar dekat dengannya.
Jantung kyungsoo mendadak berdegup lebih kencang, bulu-bulu yang ada ditubuhnya berdiri, rasa gugup kini menerobos masuk ketubuh Kyungsoo.
Suara bass Chanyeol kini menyeruak masuk kedalam pendengarannya,
"Soo-yaa, jika lelah tidur saja arra? Kita tidak akan melakukannya malam ini" Chanyeol berucap lembut, anggukan kecil dari Kyungsoo menyambut ucapan Chanyeol
Dirinya merasa sedikit malu karna ketahuan jika ia gugup setengah mati, tapi saat ini, ia memilih untuk langsung tidur. Hari ini ia merasa semua tulang dalam badannya remuk
(End Of Flashback)
???
Setiap wanita yang sudah menikah, pasti menginginkan seorang malaikat kecil yang akan menyempurnakan keluarga kecil-nya. Begitupun juga dengan Kyungsoo, ia merasa sangat hancur saat kehamilannya sekarang kembali mengalami keguguran.
Jika terhitung, sejak dirinya telah menikah dengan Chanyeol enam tahun yang lalu. Ia sudah mengalami keguguran tiga kali berturut-turut.
Dan untuk keguguran-nya kali ini, dirinya benar-benar merasa bahwa ia bukan wanita yang sesungguhnya, ia bukan wanita yang sempurna. Ia merasa malu jika kembali berhadapan dengan sang suami. Kyungsoo telah mogok makan sejak tiga hari yang lalu. dirinya selalu berada dikamar, tanpa berniat ingin keluar.
Berita tentang gagalnya kehamilan Kyungsoo kali ini adalah yang terburuk untuknya. Bahkan ibu mertuanya sempat menyuruhnya untuk bercerai dengan Chanyeol tiga hari yang lalu. Saat seluruh keluarga besar menjenguknya di rumah sakit tempo hari.
Ia menangis sejadinya saat itu. Memohon untuk tidak berpisah dengan sang suami. Kyungsoo berlutut saat itu. Mengemis bela kasihan pada ibu mertuanya.
Dirinya sungguh tak percaya jika ibu mertua yang sangat ia percaya bisa berucap seperti itu kepada dirinya.
"Ceraikan Chanyeol"
Ucapan ibu mertua tiga hari yang lalu benar-benar masih terngiang di dalam kepalanya. Hal itu membuat dadanya sesak. Bahkan untuk membayangkan nya saja ia sudah tak sanggup.
Tentu saja Chanyeol tidak mengetahui tentang hal itu. Kyungsoo benar-benar tak ingin hubungan anak dan ibu itu menjadi buruk karenanya. Ia menyimpan semua itu sendiri. Berharap ucapan ibu mertuanya tempo hari hanya emosi sesaat, lalu ia bisa kembali menjalankan kehidupan pernikahannya dengan Chanyeol seperti biasanya.
Perlahan kelopak mata milik Kyungsoo menyayu, ruangan kamar menjadi gelap seiringnya waktu.
Sayup-sayup pendengarannya menangkap suara Chanyeol memanggil namanya keadaan dikamar sudah gelap gulita, "Kyungsoo-ya... Kyungsoo-yaa" hanya itu saja yang bisa ia rasakan saat ini.
Ya Tuhan, apakah ini akhir dari hidupnya?
???
Chanyeol pikir saat ini Kyungsoo sedang istirahat, Chanyeol pikir saat ini Kyungsoo sedang tidur.
Tapi dugaannya salah saat dirinya hendak membangunkan Kyungsoo agar wanita itu mau mengisi perutnya. Kyungsoo tetap tak bergerak, menggeliat pun tak Kyungsoo lakukan bahkan saat dirinya sudah berteriak-teriak memanggil namanya.
Yang Chanyeol tahu, saat ini Kyungsoo-nya sedang pingsan, tak sadarkan diri.
Dirinya lantas berteriak kesetanan, mengendong istri-nya ala brindal. Chanyeol harus membawa Kyungsoo ke rumah sakit sekarang.
Sesampainya di rumah sakit, Kyungsoo langsung dibawa keruang UGD, untuk diberikan pertolongan.
Sangking cemasnya, bahkan saat ini Chanyeol meneteskan air mata-nya. Ia merasa bodoh menjadi lelaki, ia merasa sangat gagal menjadi seorang sumai.
Jika saja dirinya berani menerobos kamar saat Kyungsoo mogok makan.
Jika saja dirinya memaksa Kyungsoo untuk dapat mengisi perutnya.
Jika saja dirinya tak ikut frustasi atas kegagalan janin yang ada diperut Kyungsoo.
Semuanya tak akan seperti ini, pasti Kyungsoo akan baik-baik saja sekarang jika dirinya tak lalai dalam menjaga sang istri yang sedang dalam keadaan tak stabil.
"Hiks... maafkan aku kyungsoo-ya, aku pria yang bodoh hiks.."
Chanyeol abai saat para pengunjung rumah sakit menatapnya iba, ia tak perduli.
Dan tiba-tiba satu pemikiran terlintas dalam pikirannya, seharusnya dirinya tak seperti ini bukan? Seharusnya dirinya mampu berdiri saat Kyungsoo sedang membutuhkannya, bukan malah seperti ini. Menangis meratapi keadaan Kyungsoo yang sedang tak baik-baik saja.
???
Dokter yang tadi menanggani Kyungsoo kini keluar dari ruangan, Chanyeol yang memang sedang menunggu didepan pintu pun langsung tanggap menghampiri sang dokter, guna menanyakan keadaan Kyungsoo sekarang.
"Dokter, bagaimana keadaan Kyungsoo? Istri saya?"
Sang dokter hanya menghela nafasnya pelan, ia menyunginggkan senyumannya simpul.
"Anda keluarganya?"
"Ya! Saya suaminya!" Chanyeol menjawab dengan lantang, tak ingin berlama-lama dengan situasi menjengkelkan ini, dirinya pun kembali bertanya.
"Bagaimana keadaanya dok?"
"Nyonya Kyungsoo baik-baik saja, dirinya hanya kekurangan nutrisi dalam tubuhnya. Tuan maaf apakah nyonya Kyungsoo akhir-akhir ini jarang mengisi perutnya?"
Chanyeol menunduk, kini perasaan bersalah kembali menyeruak kedalam hatinya
"Ya dok, saya lalai sebagai suami"
"Tidak apa-apa, dan nyonya Kyungsoo sedikit mengalami strees ringan, tolong perhatikan keadaannya untuk kedepannya. Saya permisi"
"Terima kasih dok"
Sesaat setelah sang dokter pergi, dirinya langsung masuk guna melihat keadaan sang istri.
Kini istrinya sedang tertidur dengan selang infus menancap di punggung tangan milik istriya. Mungkin dalam mimpinya Kyungsoo sedang bertemu dengan malaikat kecil mereka yang tak memiliki kesempatan untuk dapat melihat dunia.
"Maafkan aku Kyungsoo-ya hiks,, apakah kau sakit? Jangan seperti ini lagi arraseo? Kau membuatku khawatir setengah mati"
Chanyeol terus mengajak Kyungsoo berbicara, walau pada kenyataannya, Kyungsoo tak mungkin menanggapi. Karna yang Chanyeol yakini kini istrinya sedang mengalami mimpi yang indah.
???
Malam ini Kyungsoo sudah diperbolehkan pulang, saat Chanyeol dan Kyungsoo sudah berada dirumah, mereka dikejutkan oleh kedatangan para orangtua, dari keluarga Chanyeol dan Kyungsoo.
"Aigoo, putriku aku merindukanmu Kyungsoo-ya" Nyonya Do menyahut, lantas membawa Kyungsoo kedalam pelukannya.
"Eomma, hiks.." Kyungsoo terisak tertahan dalam dekapan ibunya.
Sejak dirinya sadar dari pingsan saat dirumah sakit, Kyungsoo sama sekali tak melontarkan satu kata pun dari mulut-nya. Dan Chanyeol pun memaklumi itu, Kyungsoo masih sangat terpukul atas kejadian yang 'kembali' menimpa dirinya.
"Jangan menangis sayang..... aegi pasti sudah tenang di surga. Uljimayo uri tall" Nyonya Do menepuk pelan punggung Kyungsoo yang bergetar, mereka berdua semakin mengeratkan pelukannya.
"Eomma Kyungsoo ingin tidur dengan eomma" Kyungsoo berbisik pelan, tubuhnya masih butuh istirahat. Untungnya ia sudah mengisi perutnya saat berada dirumah sakit tadi dengan Chanyeol yang menyuapi.
"Baiklah, mari kita tidur bersama"
Usai berpamitan dengan semua orang, termasuk Chanyeol yang juga mengijinkan. Nyonya Do lantas segera naik ke lantai atas, menuju kamar Kyungsoo dan Chanyeol.
"Kyungsoo-yaa, seharusnya eomma tak tidur di kamarmu dan Chanyeol"
"Tak apa, aku ingin tidur dengan eomma"
"Bagaimana jika di kamar sebelah?" Nyonya Do memberi saran, ia rasa tidur di kamar pribadi anak dan suaminya bukanlah hal yang baik. Ia merasa agak canggung untuk itu, dirinya pun merasa tak enak pada sang menantu.
"Hm"
Kyungsoo menjawab seadanya. Yang terpenting sekarang, dirinya bisa tidur dipelukan sang ibu. pelukan yang senantiasa memberinya kenyamanan.
tbc....
vote juseyo?❤