Sebuah Pengakuan

632 Kata

Clarisa tengah duduk di atas pinggiran rooftof, ia sedang menghirup udara segar sebanyak-banyaknya yang hanya ia dapatkan secara tenang di tempat saat ini ia berada. Gadis itu menyelipkan sejumput rambutnya ke belakang daun telinga. Perempuan itu teringat jaket Brian yang tertinggal, memikirkan kapan ia akan mengembalikan barang tersebut. Tak lama pikirannya buyar saat terdengar suara langkah kaki yang jelas berada di dekatnya. Clarisa menoleh. "Lo?" "Iya." Clarisa berdiri dari duduknya sementara orang yang memanggilnya barusan berjalan menghampirinya. Perempuan bule itu melipat kedua tangannya di depan d**a dengan sorot mata tajam seperti biasanya. "Langit baik ya," ujarnya tiba-tiba. Clarisa langsung meluruskan tangannya ke samping kanan dan kiri, menatap heran orang di depann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN