Sudah dua hari berlalu, namun lukanya masih sama. Rasa kehilangan yang amat menusuk tenggorokan membuat mulut kelu. Sosok Nathan yang dulunya sangat mudah di rengkuh sekarang sangat sulit untuk digapai. Keluarga yang berdatangan terpaksa pulang setelah bermalam satu hari. Keluarga Luna sudah pulang ke Kanada begitu pula Rahardja sekeluarga. Karena kesibukan yang tak dapat ditinggalkan membuat mereka terpaksa pulang begitu cepat. Clarisa memaklumi, semua orang punya urusan masing-masing. Lagipula ia masih ada di dunia, ia masih waras dan ia masih sanggup untuk menjaga kedua perempuan cantiknya, bunda dan Syela. Ya walaupun duka masih menyerang jiwanya sendiri. Tapi yang membuat Clarisa semakin sedih itu karena keadaan Luna yang tambah buruk setelah kejadian pingsan di pemakaman. Luna

