“Hey, kamu kenapa?” Pertanyaan dengan vokal lembut itu mengalihkan perhatian anak kecil di sampingnya. Gadis kecil kepang dua itu lantas menoleh, menatap bingung seorang yang tiba-tiba berada di sampingnya. Sadar akan kebingungan yang kontras sekali dari wajah gadis berumur delapan tahun itu membuat sosok di sampingnya tersenyum hangat. “Kakak siapa?” tanyanya. “Clarisa. Kamu?” “Aku Lala, Kak.” Clarisa mengelus pelan pucuk kepala Lala, dia tersenyum hangat. Lala sangat manis sekali, tapi, raut wajahnya sangat jelas terpampang kalau gadis kecil itu sedang tak baik-baik saja. Clarisa menoleh ke sekitar, sepi hanya ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang, karena mereka sekarang sedang berada di perempatan gang yang tak jauh dari komplek rumahnya. Cewek bule itu sebenarnya berni

