"Leo, ya?" Cowok tinggi yang punya senyum manis itu tersenyum, lalu menggeleng pelan. "Leonardo DiCaprio, Om. Versi sembilan belas sembilan puluh tujuh." Tuk! Jitakan maut tak terelakan dari tangan suci milik om David mendarat mulus di jidat Leo. Cowok manis itu mengaduh perih namun tak berani membalas, bisa-bisa diseret kelahi dia ke ring boxing. Om David kembali menghadap depan dengan kedua tangan sengaja di tumpu di atas pagar balkon di lantai dua. Leo hanya mengikuti hal sama, berdiri di samping om-nya Clarisa itu sembari memperhatikan aspal panjang yang sepi di jalanan samudra ini. Dipikir-pikir Leo juga merasa gak enak diri tiba-tiba dicegat David pas mau pulang tadi, takutnya mau dimarahin sih taunya engga. Katanya tadi cuman mau ngobrol sebentar selagi menunggu Clarisa beli

