31. Kehidupan Pribadi Levi

1272 Kata

Levi membukakan pintu kamarnya untuk Lody lalu mempersilakan gadis itu masuk terlebih dahulu. Senyum di wajahnya tak pudar saat menatap wajah Lody yang masih menunjukkan ekspresi kesal. Setelah keduanya berada di dalam kamar Levi menutup pintu sekaligus menguncinya dari dalam. “Selamat datang,” ujar Levi ceria, masih tetap diiringi senyum sambil menyentuh pundak Lody. “Aku tidur di mana?” tanya Lody singkat, padat dan jelas. “Terserah kamu. Di kasur boleh, di kursi juga boleh. Di atasku apalagi, boleh banget,” jawab Levi sembari mengulum senyum. Lody mengatupkan kedua bibirnya menahan kesal karena sekali lagi Levi menggodanya. Bahkan kini dia bisa merasakan wajahnya seperti menghangat dan mungkin memerah. Dia segera memalingkan wajah melihat ke arah lain tanpa berniat menggubris uc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN