Tapi terkadang ada rasa rindu kepada Ferdi. Bukan karena apa-apa. Kadang ada rasa bersalah akan penolakanku padanya dulu. Dulu Aku ragu akan kehadiran sosok seorang Ayah yang baru untuk anak-anakku. Trauma terhadap kelakuan Gavin dulu begitu membekas di hatiku. Hingga menciptakan trauma yang dalam. Tapi sepertinya Ferdi adalah seseorang yang bisa di percaya kata-katanya. Aku tidak bisa munafik. Hati ini terkadang mengingatnya kembali. Masa-masa kecil yang penuh canda dan tawa. Dan dimana kami di pertemukan kembali lewat pengkhianatan pasangan kami masing-masing. Tapi, ah sudahlah semua itu telah berlalu. Tidak perlu di ingat-ingat lagi. Mungkin saja sekarang dia sudah bahagia dengan istri barunya. Oh iya, dia sudah menikah atau belum ya? Ih mengapa Aku harus mengingatnya kembali. ***

