Ketika Dadang sampai ke rumah, alangkah terkejutnya ketika melihat di halaman rumah terbesar di kampung sagaranten sudah dipenuhi oleh banyak orang, membuat Dadang dan Sarah berlari membelah kerumunan melihat siapa yang sedang dikerumuni. Tangis Dadang pun seketika pecah, ketika melihat kedua orang tuanya terbaring di tanah dengan berlumuran darah, hanya ditutupi oleh kain jarik karena belum ada orang yang berani memindahkan. Dadang memeluk tubuh bapaknya sambil berteriak melepaskan kekecewaan, karena sudah terlalu lama berjuang namun akhirnya harus kecewa juga, karena selama ini dia berjuang demi membanggakan keluarganya, namun perjuangan terasa sia-siap ketika kedua orang tua yang sudah bersusah payah membesarkannya sudah duluan meninggalkan. Bukan hanya Dadang yang menangis, melaink

