Abduh Memberanikan Diri

1180 Kata

Yanti menatap Abduh dengan wajah yang terlihat sangat murung, matanya mulai mengembun menandakan air hujan akan segera turun. Abduh yang sangat mengerti dia pun menarik tangan Jasmine untuk menjauh dari pintu. "Bagaimana kalau sudah begini, karena kalau kita mendatangi kang Dadang itu sama saja dengan setor nyawa karena keadaannya yang sedang rumit." ujar Abduh yang merasa sedih karena selalu saja ada gangguan ketika dia hendak menyampaikan keinginannya. "Yanti ngikut aja sama Akang karena maju dan mundurnya suatu hubungan itu tergantung oleh seorang laki-laki. Seorang Istri istri kalau di hidupkan pasti Hidup, kalau mau disakiti ya pasti sakit. jadi istri hanya bisa mengikuti kemauan seorang laki-laki." "Kamu nggak boleh ngobrol seperti itu, hubungan kita itu bukan untuk menunjukkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN