Penolakan

1187 Kata

"Halah kamu bicara semakin melantur saja, Kenapa pembahasannya sampai ke sana. padahal kita hanya membahas kesukaan Jasmine dan apa yang tidak disukai olehnya." Gerutu Nathan dengan menekuk wajah, beruntung dia sudah menatap ke arah langit-langit kamar sehingga wajah imutnya tidak terlihat. "Beneran Nathan kalau periang itu sangat ceria, kalau pengganggu itu sangat menyebalkan. Sudah mendingan kamu tidur besok kita bantu kang Dadang mencari mobil untuk menjemput Jasmine." ungkap Abduh sambil memalingkan tubuhnya, agar membelakangi Nathan. selimutnya sudah diangkat untuk menutupi kepala agar tidak mendengar lagi ocehan ocehannya. Nathan tidak bergeming, dia tetap menatap ke arah langit-langit sambil membayangkan kembali bagaimana Jasmine yang sedang berbicara, yang selalu dipenuhi oleh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN