(Bunda minta kalau hari ini kita berkunjung ke rumah, nanti kamu saya jemput. Kita berangkat bersama.) Angger membaca sekilas pesan masuk yang Ardhito kirimkan. Kalau pesan ini ia baca saat perasaannya sedang baik-baik saja, mungkin ia akan jingkrak-jingkrak kesenangan. Namun, karena hatinya saat ini sedang tidak baik, apalagi ia teramat kecewa pada pria itu maka saat melihat pesan itu ia hanya menatapnya dengan datar. Sama sekali tidak tertarik dengan tawaran Ardhito yang akan menjemputnya dan mereka kemudian berangkat bersama-sama ke rumah mertuanya itu. Ketimbang ia harus berangkat bersama Ardhito, lebih baik ia berangkat sendiri. Tak peduli lagi dengan tanggapan mertuanya karena hatinya tak akan pernah kuat melihat Ardhito, saat melihat pria itu yang ia ingat pasti kata-kata menyakit

