32. Gantian

2725 Kata

Bingung mencari tempat tujuan untuk mengadu, akhirnya Angger memutuskan untuk pergi ke rumah Lenya. Hanya Lenya-lah yang selalu ada di rumah karena sepupunya itu memiliki anak bayi sedangkan Davika pasti saat ini sedang sibuk kerja. Akhirnya pilihan yang tepat saat ini adalah tempat Lenya, karena biarpun Lenya terkadang menyebalkan, wanita itu selalu ada di saat dirinyalah butuh teman. Saat ini Angger mencoba untuk menguatkan dirinya untuk menyetir dalam keadaan sadar agar kejadian dulu tak lagi terulang. Ia tidak ingin mati sia-sia hanya karena sebuah cinta lagi, ia yakin akan ada kebahagiaan lain yang menantinya. Hanya saja kebahagiaan itu belum datang menghampirinya. Wanita itu menyeka air mata yang tak berhenti turun selama mengemudi, ia akui kalau dirinya memang wanita yang cengeng.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN