29 Hari Sebelum Persidangan Farel membuka matanya dengan pelan. Hari sudah terang, itu artinya sekarang sudah siang. Farel mengulurkan tangannya dengan pelan untuk mengusap wajahnya. Farel menyadari kalau lagi-lagi dia terbangun di dalam kamar adiknya. Iya, sudah berhari-hari berlalu tapi Farel sama sekali tidak bisa melakukan apapun. Dia tetap di sini, terbaring dengan keadaan yang paling menyedihkan. Farel tahu kalau setiap hari perutnya terasa perih karena dia sama sekali tidak makan, tidak.. setiap makanan yang masuk ke dalam perut Farel hanya akan menghambat usahanya untuk bunuh diri. Iya, Farel ingin mati dengan cara yang lebih menyakitkan. Farel ingin menyiksa dirinya sendiri, menghukum dirinya karena telah melakukan satu kesalahan besar. Farel ingin merasakan penderitaan ini

