Bab 105

1747 Kata

18 Hari Sebelum Persidangan Sagara melangkahkan kakinya dengan pelan di atas tanah yang sedikit basah dan berlumpur. Kemarin malam kota ini diguyur oleh hujan yang lebat sehingga membuat udara pagi terasa jauh lebih sejuk dibandingkan dengan biasanya. Bukan hanya itu saja, tanah pemakaman juga jadi lembab dan becek. Sambil menggenggam setangkai bunga mawar warna merah pekat, Sagara mencoba untuk tetap meneguhkan langkah kakinya yang sedang dalam perjalanan menuju makam milik Feli. Akhirnya, Sagara kembali menundukkan kepalanya dan meletakkan bunga mawar baru di atas nisan yang bertuliskan nama Feli. Sagara menyingkirkan bunga mawar lainnya yang sudah tampak layu karena terkena sinar matahari dan juga diguyur oleh hujan yang lebat. Sagara tersenyum sekilas ketika dia menyadari jika buk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN