25 Hari Sebelum Persidangan Farel melipat tangannya di depan dadanya untuk mengurangi rasa gugup yang secara tiba-tiba menghampiri dirinya. Farel juga berkali-kali menghembuskan napasnya dengan pelan karena ada rasa khawatir yang terus menghantui dirinya. Sesuatu yang terus mengganggu perasaan Farel dengan sangat jelas. “Apa Kakak ingin minum sesuatu?” Farel mengangkat kepalanya dengan pelan lalu menatap seorang pria yang duduk di depannya. Farel menutup matanya sejenak untuk kembali menenangkan dirinya. Farel memang sudah meyakinkan dirinya berulang kali jika datang ke tempat ini adalah hal yang sangat salah. Baiklah, semuanya memang sudah terlanjut terjadi, Farel sama sekali tidak bisa menahan dirinya sendiri hingga akhirnya, tanpa sadar Farel datang ke tempat ini. “Aku tidak ak

