Epilog

521 Kata

Malam itu entah mengapa udara terasa sangat dingin, dingin hingga menembus tulang. Mendung juga menutupi langit yang bertabur bintang, padahal musim hujan telah berlalu beberapa bulan yang lalu. Cahaya remang-remang dari lampu tidur menjadi satu-satunya penerangan di ruangan itu. Di ujung ranjang itu, tampak seorang laki-laki, Rafael Abraham yang tampak tampan dengan setelan kolor pendek berwarna hitam dan kaos dalam berwarna senada, senyum tampak yang menghiasi wajah tampannya, Rafa merasa damai melihat belahan jiwanya damai dalam tidur. Wanita itu mungkin bukan yang paling cantik, dan kenyataannya memang seperti itu, namun di matanya Adara lah perempuan yang paling cantik di dunia ini. Seperti kata ayahnya dulu, wanita memiliki level kecantikan tersendiri di mata seseorang. Semua wanit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN