Mata Roni memperhatikan seluruh ruangan sambil berjalan masuk mengikuti Miaoling. Ruangan ini sangat besar, lebih besar dari ruangan yang sebelumnya.
Ruangan ini terbagi menjadi tiga perkumpulan. Di pojok ujung kanan ruangan, di sana tempat bermainnya judi kartu. Seperti poker, BlackJack, dan lain-lain. Kemudian di tengah-tengah ruangan terdapat meja besar lain, tentunya dengan permainan judi yang baru kali ini Roni lihat. Dan ketiga, tak jauh dari perkumpulan meja kedua, di sana terdapat meja perkumpulan lain. Saat melihat benda yang ada di atas meja, Roni langsung tahu bahwa itu adalah permainan Judi Domino. Permainan judi ini kerap muncul di film judi atau gangster China.
Roni dan Miaoling segera disediakan kursi khusus ketika mereka masuk, mereka duduk di bagian yang dapat melihat keseluruhan ruangan.
"Kamu mau mulai dari mana, Ron?" tanya Miaoling, wanita itu kemudian mengambil gelas wine yang ditawarkan oleh pelayan di sana. Roni tentu saja ditawarkan, tetapi seperti biasa langsung dia tolak dengan halus.
"BlackJack. Aku memutuskan untuk mengangkat Poker dan Blackjack di ceritaku yang versi kartu," jawab Roni langsung, ponsel pria itu kembali menyala dan segera dia pencet aplikasi catatan. Tangan Roni kembali siap mengetik.
"Apa yang ingin kau tahu tentang BlackJack?"
Roni terdiam sebentar, kemudian menjawab,"Setelahku pikir ulang, bagaimana jika kita kembali fokus lebih dulu ke Poker?" Miaoling mengangguk singkat, kemudian wanita itu memanggil pelayanan dan berkata,"Ambilkan satu pack kartu Poker, dan jangan lupa meja kecil." Pelayan itu segera mengangguk dan berjalan pergi mengambil satu pack kartu Poker. Tak lama kemudian, pelayan itu kembali datang sembari memberikan satu pack kartu Poker, sesuai dengan apa yang diminta Miaoling. Meja pun segera datang begitu kartu Poker sudah ada di tangan Miaoling.
Miaoling membuka bungkusan sang kartu, kemudian matanya melirik Roni. "Perhatikan aku dengan baik, Roni. Kali ini kau beruntung karena mendapatkan les privat dariku." Roni mengangguk dan tertawa pelan. "Ya, tentu. Aku merasa terhormat karena diajarkan langsung oleh Ketua Divisi ketiga Devalga."
Miaoling kembali menatap ke tumpukan kartu Poker, kemudian mulai mengelompokkan para kartu menjadi sepuluh bagian. Miaoling menunjuk bagian pertama sambil berkata,"Di dalam permainan Poker terdapat urutan kekuatan kartu, dan yang ini adalah yang terkuat. Nama bagian yang kutunjuk ini adalah Royal Fulsh, kartunya terdiri dari As, K, Q, J, 10."
Roni mengangguk pelan, matanya fokus menatap ke kartu yang ditunjuk Miaoling. Kali ini Roni akan terus diam dan mendengarkan, membiarkan Miaoling menjelaskan semuanya.
"Dan yang kedua ada Straight Flush. Straight Fulsh adalah kombinasi kartu Poker yang terdiri dari lima kartu yang sama dan nilai yang berurutan. Misalnya ini, semua ini adalah kartu hati yang memiliki urutan nilai yang berurutan. Contohnya di sini ada hati 6, 7, 8, 9, dan 10."
"Kemudian yang ketiga ada Four Of Kind. Four Of Kind atau biasa disebut oleh anggota sini Piting, adalah susunan kartu dalam permainan Poker yang terdiri dari empat buah kartu dengan nilai yang sama serta satu kartu yang berbeda. Contohnya di sini ada empat kartu As keriting, As hati, As Wajik, As Sekop, dan kelima yang berbeda adalah King hati."
"Keempat ada Full House, Flush, Straight, Three Of A Kind, Two Pair, Pair, dan terakhir ada High Card. Aku yakin kau sudah mulai tahu nama-nama kartu yang ada di sini, dan contoh masing-masing urutan yang tadi aku sebutkan, kamu bisa melihatnya sendiri. Di permainan ini kartu terkuat lah yang akan menang, jadi pandai-pandai saja bermain. Nah, ada pertanyaan lain?" Mata Miaoling melirik Roni.
Roni menggeleng pelan. "Semuanya jelas." kemudian pria itu membuka aplikasi kamera di ponselnya dan mempotret kartu-kartu yang ada di atas meja sebagai pengingatnya saat sedang menulis nanti. Selesai memfoto kartu, mata Roni melirik ke arah meja yang ada di tengah-tengah ruangan, jari telunjuknya menunjuk ke sana. "Yang di sana, permainan judi apa? Aku familiar dengan alat yang mereka gunakan untuk berjudi, tetapi tidak tahu jelas apa namanya."
Miaoling mengikuti ke arah mana Roni melihat dan menunjuk, kemudian dia menjawab,"Itu adalah Permainan judi Rolet, sangat berbeda dengan Poker yang sejenis kartu. Kau ingin melihat?"
Roni menggeleng pelan. "Lain kali, menurutku aku harus fokus dulu di Poker dan BlackJack." Miaoling mengangguk mengerti dan segera bertanya,"Baiklah, kalau begitu apa yang ingin kau tahu tentang BlackJack?"
"Apa kartu Poker dan BlackJack berbeda? Bagaimana dengan segala istilah dan peraturannya?" tanya Roni, pria itu kembali membuka aplikasi catatan.
"Kartu Poker dan Blackjack tidak terlalu berbeda, perbedaan di keduanya adalah cara bermain. Dibandingkan dengan poker, Blackjack adalah permainan kartu yang serba cepat. Dia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bermain dan pemain diharapkan untuk bergerak dalam sepersekian detik untuk menjadi yang terdepan dalam permainan. Tujuannya adalah untuk memiliki 2 kartu yang setara dengan 21 untuk mengalahkan dealer. Siapa yang pernah mengalahkan dealer lebih dulu, mendapat keuntungan. Ada juga strategi yang terlibat untuk mengalahkan dealer, tetapi permainan harus cepat dan cepat untuk menjadi yang terdepan," jelas Miaoling, hal ini membuat Roni menghela napas. Jika tahu seribet ini, Roni meminta pembulatan bayarannya di dua ratus juta waktu itu.
"Terimakasih banyak, Miaoling," ucap Roni, tangannya sibuk mengetik. Miaoling mengangguk, kemudian bertanya,"Kita lanjut ke Rolet?" Roni yang mendengar ini langsung menganggukkan kepala. "Tentu. Walaupun aku masih kurang paham di Blackjack, tetapi itu tidak masalah. Aku bisa mencari informasi baru di internet."
Miaoling mulai menjelaskan cara bermain Rolet. Penjelasannya panjang kali lebar, benar-benar panjang. Akhirnya karena malas mengetik secara terburu-buru, alhasil Roni memilih untuk mengaktifkan rekaman di ponselnya. Miaoling terus mengoceh menjelaskan, Roni mendengarkan, dan ponselnya merekam.
Tepat selesai Miaoling menjelaskan, tiba-tiba ponsel wanita itu bergetar, membuat Miaoling berdecak kesal. "Siapa yang mengganggu acara kencanku?!"
Roni tidak peduli dan malas menanggapi, pria itu memilih membaca ulang catatan yang sudah dia ketik sebelumnya, rekaman ponsel juga sudah dimatikan dan disimpan.
"Hah? Harus aku? Astaga, saat ini aku sedang ada si acara kencan penting!" ujar Miaoling dengan raut wajah kesal, nada bicaranya kepada sang lawan bicara sangat ketus.
"Ck, baiklah, aku akan segera ke sana. Lagi pula di mana Hiden dan Pablo? Seharusnya mereka yang mengurus hal semacam ini."
"Ya ya, baiklah. Aku tutup sekarang."
Miaoling dengan cepat memasukan ponselnya kembali, kemudian menatap Roni dan berkata,"Kita harus kembali sekarang, ada sesuatu yang harus aku urus." Roni yang mendengar ini mengangguk. "Ayo saja, dan ya, terimakasih atas seluruh informasinya."
Miaoling tertawa sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya. "Bukan masalah, kau kan loker emas kesayanganku." Saat mendengar 'loker emas', Roni menghilangkan jejak senyumnya lalu memutar bola matanya jengah.
Mereka berdua berjalan keluar dari gedung Kasino menuju parkiran mobil sebelumnya, lalu masuk ke mobil dan Miaoling mulai menyalakan mesin. Mobil Miaoling meninggalkan parkiran Kasino dan mulai masuk ke jalan raya.