Gretha bergerak ragu ke arah kolam renang.
“Bagaimana ini? Apa aku harus ikut ke sana? Di sana ‘kan sedang ada Tuan Tyson yang sedang berenang.” Gretha berbicara di dalam hati sangat bimbang.
“Ayo cepat, Gretha. Aku sudah tidak sabar ingin segera berenang. Sangat jarang Daddy di mansion dan bisa mengajak berenang.” Kyler menarik tangan Gretha dengan wajah sangat tak sabar.
Anak laki-laki itu sudah siap dengan pakaian renangnya. Itu semua sudah disiapkan oleh Gretha beberapa menit lalu.
Satu jam lalu, Gretha diberitahu jika Kyler akan berenang dengan Kendrick di kolom renang mansion. Hal yang membuat Gretha ragu adalah dirinya harus tetap berada di samping Kyler, padahal di sana ada Kendrick.
“Daddy!”
Kendrick yang sedang berada di kolam renang menoleh. Dia tersenyum melihat kedatangan putranya.
“Hai, Son. Ayo ke sini, kita berenang bersama hari ini.”
Perlahan Kendrick berjalan ke tepian kolam renang. Gretha pun terus melangkah sebab Kyler terus menariknya mendekat ke arah tepian kolam.
Gretha meneguk ludahnya kasar saat melihat Kendrick keluar dari kolam renang dengan keadaan tanpa baju dan hanya menggunakan bokser.
“Astaga, i-ini tidak aman. Ya ampun, aku harus minta izin untuk pergi dari sini.” Gretha kembali berceloteh di dalam hatinya.
Pipi gadis itu memanas. Tubuh kekar Kendrick membuatnya hilang fokus.
“Gretha, kamu ikut berenang juga, ‘kan?” Kyler mendongak menatap Gretha yang sempat terkejut.
Kendrick pun ikut menatap Gretha yang tiba-tiba menjadi kaku bak robot.
Gretha tersenyum begitu kaku. Bahkan dirinya tak mampu mengangkat kepala, sekadar untuk melihat wajah Kendrick.
“S-saya tidak bisa berenang, Tuan Muda. Anda saja bersama Tuan Tyson. Saya akan menunggu di dalam, boleh?”
“Tidak mau. Aku maunya berenang sama kamu, Gretha.”
Gretha bingung, dirinya memang tak bisa berenang, sebab tak pernah mencoba. Kendrick pun berdecak melihat wajah bingung Gretha.
“Ganti bajumu.”
Gretha terkejut mendengar suara berat itu. Gadis kecil tersebut menoleh dan mendongak ragu menatap Kendrick.
Dada bidang itu malah menjadi fokus utama Gretha, sebelum akhirnya gadis itu menggeleng cepat.
“Fokus, Gretha, jangan begini. Astaga, umurnya sudah begitu matang, tetapi kenapa masih terlihat sangat muda? Dia bahkan seakan seumuran denganku.” Gretha berbicara di dalam hati, entah sudah keberapa kalinya.
“Apa kau tuli diusia muda?”
Gretha terlonjak ketika mendengar suara berat Kendrick dengan nada lebih tinggi dari tadi.
“Daddy, jangan bentak Gretha.” Kyler tiba-tiba memeluk kaki Gretha sehingga membuat Kendrick tak percaya.
Kendrick berdecak, dia menatap tajam Gretha yang langsung dibuat merinding. “S-saya benar-benar tidak bisa berenang, Tuan,” cicit Gretha.
“Apa saya peduli? Cepat ganti bajumu, ini adalah tugasmu. Jika Kyler ingin kau berenang, maka kau harus berenang.”
Sungguh aroga dan egois. Memang begitulah Kendrick, gelar arogan sedari dulu sudah melekat padanya, sang duda arogan.
Gretha sendiri terdiam, gadis itu kembali bermonolog di dalam hatinya. “Jadi, jika aku disuru mati, aku juga harus mati, begitu? Mentang-mentang aku di sini adalah seorang bawahan? Sungguh, dia begitu egois dan arogan.”
“Saya tidak punya baju renang, Tuan,” balas Gretha.
Dia sudah pasrah, apa pun itu, jika memang dirinya akan dibuat mati karena dipaksa berenang, maka terjadilah. Itu adalah pikiran Gretha saat ini.
“Ck, carikan dia baju renang. Ikut mereka, kembali dalam waktu paling lama lima belas menit,” tegas Kendrick.
Gretha menghela napas pelan. Dia menunduk dan menatap Kyler yang masih memegangnya.
“Baiklah, Tuan Muda. Saya akan ganti baju dulu, mohon tunggu di sini sebentar, ya.” Gretha tersenyum hangat kepada Kyler.
“Baiklah, jangan lama, ya. Aku akan masuk ke dalam kolam jika kamu sudah sampai di sini.”
Gretha tersenyum dan menunduk sebelum akhirnya mencium gemas kedua pipi Kyler.
Kendrick menatap kepergian Gretha dari sana. Dia melirik putranya yang berjalan ke arah kursi kolam renang.
“Kamu benar-benar akan menunggunya baru berenang, Son?” Kendrick mendekat dan duduk di samping Kyler.
“Yes. Aku akan berenang jika dia ikut berenang.”
“Apa kamu begitu menyukainya?”
“Iya, aku suka dia.”
Kendrick cukup bingung dan heran sebenarnya. Banyak sekali orang yang selama ini mencoba mendekati Kyler, tetapi tak ada yang sesuai dan menarik perhatian anak laki-laki itu.
Bahkan dulu Kendrick sudah mencoba mencarikan perawat untuk Kyler. Namun, hampir lima puluh orang perawat selalu disuruh pulang oleh Kyler, bahkan tak sampai satu jam mereka mengajak Kyler bermain.
“Memangnya apa yang kamu sukai dari dia?” tanya Kendrick merasa penasaran dan heran.
Kyler menoleh dan menatap sang ayah dengan mata polosnya. “Aku suka saja. Aku merasa memiliki ibu kalau sedang didekatnya. Makanya, kenapa dia tidak bisa jadi ibuku, Dad?”
Kendrick terkejut. Dia bingung harus menjawab pertanyaan putranya seperti apa.
“Bagaimana mungkin gadis kecil itu menjadi ibunya? Dia begitu kecil, umur kami saja berbeda dua puluh tahun. Andai dia lebih besar sepuluh tahun dari itu, mungkin aku bisa pertimbangkan untuk mengajaknya nikah kontrak. Apa pun akan aku lakukan asal Kyler bahagian, sekalipun nikah kontrak dengan wanita yang tak aku sukai. Kalau umurnya sejauh itu, bukannya menjadikan istri kontrak, malah aku terkesan mengadopsinya menjadi kakak untuk Kyler.” Kendrick berceloteh di dalam hati, memikirkan perbedaan umur yang begitu jauh antara dirinya dengan Gretha.
“Dad, kenapa tidak dijawab?”
Kendrick menghela napas. Dia benar-benar bingung akan menjelaskan seperti apa kepada sang putra.
“Tuan Muda.”
Kendrick menghela napas lega mendengar suara lembut itu. Gretha kembali dan harusnya perempuan itu bisa mengalihkan perhatian Kyler.
“Kamu sudah siap? Wah, ayo kita berenang sekarang.”
Benar saja, Kyler langsung berdiri dan berlari ke arah Gretha. Kendrick sekali lagi menghela napas lega.
Perlahan pria itu berdiri dan menoleh ke belakang. Seketika mata pria itu melotot melihat pakaian renang yang digunakan oleh Gretha.
Tidak, sebenarnya tidak salah dari pakaian renangnya. Pakaian itu sejujurnya sudah lebih tertutup, Gretha tak menggungkan bikini, tetapi mungkin memang sedikit terbuka di bagian paha dan d**a.
Gretha sendiri sedikit tak nyaman. Dia terus menarik celana renang itu.
“Padahal aku sudah pilih pakaian renang yang paling tertutup. Tapi sepertinya ini masih cukup terbuka, mungkin karena aku baru pertama kali mencobanya.” Gretha berbicara di dalam hati.
“Ternyata tubuhnya cukup berisi. Aku pikir, dua bola kembar itu baru akan tumbuh.” Kendrick pun ikut berbicara di dalam hati.
“Tuan.”
Kendrick tersadar, dia menatap Gretha yang baru saja memanggilnya.
“Itu ... boleh saya hanya berada di tepian kolam renang saja? Saya benar-benar tidak bisa berenang, saya belum pernah mencobanya.”
Kendrick mengalihkan wajahnya, dia mengajak Kyler ke dalam kolam renang. “Terserah kau, asal Kyler senang, apa pun itu lakukan.”
Gretha tersenyum tipis. Dia mendekat ke arah tepian, mengikuti pergerakan dua majikannya.
Entah karena memang ceroboh, kaki Gretha tergelincir dan gadis itu oleng.
“Ehh, aaa!”
Byur ...
Kendrick terkejut saat melihat Gretha terjatuh ke dalam air. Suara kecipak air kolam mengejutkan dan membuat tegang semua orang, Gretha nyatanya benar-benar tak bisa berenang.
“Ck, menyusahkan.”
Byur ...