“Tuan.” Kendrick yang sedang menggulir layar ponselnya di tepian ranjang, menoleh ketika mendengar suara lembut seseorang. Dia mengangkat kepala dan sedikit terkejut ketika melihat kepala Gretha terjulur di pintu kamar mandi. “Kau sudah selesai?” “Iya, Tuan. Apa bajunya belum sampai?” Kendrick langsung berdiri. “Ck, pakai baju saya dulu. Mereka sepertinya sudah bosan bekerja.” Gretha meringis mendengar kalimat Kendrick. “Mungkin mereka kelelahan, Tuan.” Kendrick tak menghiraukan kalimat Gretha. Dia mendekat setelah mengambil sebuah kemeja dan celana miliknya. “Kau pakai ini dulu. Saya akan tanyakan, kenapa bajunya masih belum sampai. Mereka ini memang minta dipecat.” Kendrick mendesis sembari mengotak-atik ponselnya. “Jangan dipecat, Tuan. Kasihan,” cicit Gretha. Kendrick menoleh

