Ray menahan tawa melihat Kendrick mengurut kening. “Ekhm, jadi apa akan kita putar slot brosur selanjutnya, Tuan?” Kendrick menatap Ray dengan wajah lelahnya. Satu jam ke belakang dia melakukan seleksi langsung bersama sepuluh perempuan pilihan, dan itu membuat Kendrick begitu lelah dan frustasi. “Perempuan-perempuan macam apa yang kau pilih. Apa kau sengaja ingin mengerjai saya?” desis Kendrick menatap tajam ke arah Ray. Ray pun menghembuskan napas. “Anda bisa lihat dan nilai sendiri bagaimana para perempuan itu. Mereka memang sudah lebih baik dari pada perempuan-perempuan lain yang sudah tersingkir. Jika Anda tidak percaya, saya bisa perlihatkan biodata para perempuan lainnya.” “Tidak usah!” tukas Kendrick sembari berdecak. “Lagi pula hanya dua perempuan yang membuat Anda frustasi,

