Queen memasuki kamar Joycelline sembari menangis, Queen duduk di tepi ranjang sembari terisak. Ucapan Robert tadi sangat menyakiti hatinya. Queen sadar jika Robert belum memiliki perasan apa pun lagi padanya, Queen juga tau jika alasan Robert untuk cepat menikah adalah karena permintaan ibunya, namun haruskah Robert terus mengulangi jika dirinya terkesan sangat menyesali keputusannya untuk memilih Queen sebagai istrinya? Setelah menghabiskan beberapa saat untuk menagis, pintu kamar Joycelline terbuka. Queen bodoh karena tadi lupa untuk mengunci pintunya. Maka sekarang Robert bisa bebas masuk untuk menyusulnya. Robert berjalan menghampiri Queen, lalu berlutut di hadapan Queen dan menggenggam tangannya dengan erat. Queen masih mengabaikan Robert, dirinya hanya terdiam sembari menatap Robert

