Queen terbangun dari tidurnya, tanpa membuka matanya terlebih dahulu Queen menggerakkan jemarinya untuk meraba di samping ranjangnya dan ternyata kosong. Dengan malas, Queen membuka kelopak matanya. Queen mengerjapkan matanya berkali-kali, karena takut jika ini hanya mimpi sebab tempatnya berbaring saat ini bukanlah di dalam kamarnya. Queen mengedarkan pandanganya untuk menatap sekeliling kamar dengan heran. Kamar ini meskipun tidak luas, namun terlihat sangan mewah dan bahkan kamar sempit ini juga di lengkapi dengan fasilitas yang lengkap seperti sofa, tv dan perlengkapan untuk berkaraoke. Queen lalu mengecek tubuhnya, dan dirinya sudah menggunakan piama tidurnya. Bukankah semalam aku tidak berpakaian? Queen lalu bangun dan duduk di atas ranjang dengan rambut yang masih berantakan. Saat

