Queen memasuki gedung Hamilton Group dengan santai, karena semua telah mengenalnya sebagai istri Robert sehingga tidak memerlukan lagi izin untuk bertemu. Queen menatap Edgar dengan kening berkerut saat pria itu menekan tombol lantai pada lift. ‘’Kamu sudah sering kemari?’’ tanya Queen. ‘’Tentu saja, Nyonya. Saya juga bagian dari Hamilton Group,’’ jawab Edgar dengan senyum ramah. Queen hanya menganggukkan kepala sebagai respon. ‘’Kenapa kamu selalu tersenyum ramah padaku?’’ tanya Queen sembari menatap Edgar. ‘’Saya tidak mengerti dengan maksud anda, Nyonya,’’ jawab Edgar dengan bingung. Namun suara dentingan pintu lift yang terbuka menginterupsi Queen yang akan menjawab Edgar. Queen berjalan dengan percaya diri menuju ruang kerja Robert, tetapi langkahnya terhenti tepat di depan mej

